Ahok: Potret Tokoh Alkitab di Zaman Moderen

Selasa, 09 Mei 2017, menjadi hari yang cukup mengejutkan bagi demokrasi dan keadilan sosial di Indonesia. Hari ini Bp. Basuki Tjahaya Purnama menjalani sidang terakhir atas tuduhan penistaan agama. Bp. Basuki Tjahaya Purnama, yang lebih dikenal dengan nama Ahok, menerima putusan akhir dari hakim bahwa ia harus menjalani hukuman penjara selama 2 tahun. Minggu lalu, tuntutan jaksa adalah 2 tahun penjara dengan masa probation 1 tahun. Ternyata, vonis majelis hakim lebih berat daripada tuntutan jaksa. Hari ini juga, setelah proses administrasi selesai, Ahok langsung dibawa ke Rutan Cipinang untuk menjalani masa hukumannya.

Di satu sisi, saya ikut sedih karena keputusan hakim yang sangat berat ini. Di satu sisi, saya percaya bahwa Tuhan tetap punya rencana yang indah untuk Ahok. Semua orang tahu, bahwa Ahok hanyalah korban dari kejamnya politik di Indonesia. Saya tidak perlu menyebutkan satu per satu siapa saja yang tidak suka dengan manusia se-jujur Ahok di kancah politik Indonesia. Dunia internasional pun turut diramaikan dengan sidang Ahok setiap minggunya. Seberapa banyak orang yang memusuhi Ahok karena kepercayaan dan etnisnya, seberapa banyak orang yang mengaguminya karena kejujuran dan kecerdasannya. Mengapa Ahok bisa gagal di pemilihan Gubenur untuk periode berikutnya? Mengapa Ahok harus mengalami hukuman penjara? Mengapa Tuhan membiarkan orang-orang yang kontra terhadap Ahok merasa menang hari ini?

Saya percaya Tuhan punya rencana yang indah dibalik peristiwa yang Ahok dan bangsa ini alami.

  • Yusuf: Seorang Israel yang dipenjara sekalipun tidak bersalah, akhirnya menjadi orang kepercayaan Firaun dan menjadi orang dengan otoritas tertinggi ke-2 di tanah Mesir.
  • Daniel: Seorang yang mengalami rasanya dipenjara di gua penuh dengan singa lapar karena konspirasi para pejabat yang tidak menyukainya. Tuhan mengatupkan mulut singa-singa itu dan Daniel bebas, sementara sang raja justru memuji Tuhan-nya Daniel.
  • Yesus: Ketika rakyat lebih memilih Barabas dibebaskan dari hukuman salib. Yesus pun mengalami momen dimana sejumlah besar rakyat memilih seorang penjahat untuk tetap hidup daripada Yesus, Sang Penyampai Kebenaran.

Tidak banyak orang di dunia ini yang mengalami tantangan hebat dalam imannya seperti yang dialami oleh para tokoh yang tertulis di Alkitab. Hari ini, saya melihat satu orang yang Tuhan pakai seperti mereka.

Ahok adalah seorang di zaman moderen yang Tuhan pandang kuat mengalami apa yang dialami oleh para tokoh Alkitab di jaman dahulu. Melalui hidupnya, dunia akan melihat penyertaan Tuhan seperti yang pernah tertulis di Alkitab.

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Kejadian 50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Saya berdoa, Bp. Basuki Tjahaya Purnama akan tetap menjadi pribadi yang cinta Tuhan, kuat dalam iman, dan setia dalam pengharapannya akan Kristus. Terali besi dan dinding penjara boleh membatasi hidupnya, namun tangan Kristus yang kuat akan senantiasa menopang, menguatkan, dan membuatnya lebih dari pemenang!

Tuhan berkatimu pak Ahok :*

2 thoughts on “Ahok: Potret Tokoh Alkitab di Zaman Moderen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *