Amsal 1: Jauhilah Dosa dan Dengarkanlah Nasehat Hikmat

Hari ini firman Tuhan yang berbicara secara pribadi bagi saya adalah supaya saya menjauhi tindakan dosa dan senantiasa mendengarkan hikmat yang Tuhan berikan.

Amsal 1:10 Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut;

Sebagai orang Kristen, kita tahu bahwa hidup kita telah ditebus oleh Kristus dan disucikan oleh darah-Nya yang mahal. Selama kita di dunia, kita wajib untuk terus menjaga kekudusan hingga pada akhirnya Tuhan mendapati kita sebagai orang yang setia.

Dunia ini sedang tenggelam dalam kenikmatannya. Setiap hal yang kelihatannya menyenangkan, belum tentu baik dan berguna bagi kita. Setiap hal yang kelihatannya mengundang decak kagum banyak orang, belum tentu menyenangkan hati Tuhan.

Tantangan hidup di dunia ini salah satunya adalah bujukan dosa. Dengan cara apapun, dunia ingin kita terseret arusnya dan berbalik dari jalan Tuhan. Kitab Amsal yang pertama, yang saya baca hari ini, mengingatkan saya untuk tidak terbujuk oleh rayuan dosa. Kemewahan harta dunia (ayat 12-13), biasanya jadi umpan empuk bagi orang Kristen yang tidak kuat imannya.

Firman Tuhan ajarkan, “Hai anakku, janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka, tahanlah kakimu dari pada jalan mereka,” (ayat 15).

Ujilah segala sesuatu dengan Firman Tuhan. Banyak berdoa mencari kehendak Tuhan dan ajaklah Roh Kudus untuk mengambil setiap keputusan dalam hari-harimu sehingga engkau tidak salah dalam melangkah.

Stand for what is right, even it means standing alone. Tuhan pasti beri kamu kekuatan dan kemampuan untuk tetap bertahan di jalan yang benar.

Berlanjut ke ayat 23 -24, kita jadi mengetahui bahwa Tuhan telah menawarkan hikmat-Nya bagi kita. Ia mau kita menjadi orang-orang yang berpengetahuan dan punya karakter yang baik. Kadangkala, Ia mengingatkan kita melalui teguran yang mungkin tidak menyenangkan, tapi dibalik teguran itu, ada tangan-Nya yang bekerja untuk menyelamatkan kita dari marabahaya akibat dosa dan mengabaikan hikmat.

Ayat 28-31 mengungkapkan betapa buruknya akibat yang terjadi jika kita mengabaikan hikmat Tuhan dan hidup tidak pada jalan kebenaran-Nya. Nasi telah menjadi bubur. Apa yang kita tabur akan kita tuai. Mengerikan jika harus mengalami hidup yang jauh dari hadirat-Nya.

Terakhir, ayat 32-33, “Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya. Tetapi siapa mendengarkan aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka.”

Tuhan punya janji bahwa orang yang mendengarkan hikmat-Nya, akan tinggal dengan aman dan terlindung dari kedahsyatan malapetaka. Janji-Nya “YA” dan “AMIN”. Di Amsal 1:4, hikmat memberikan kecerdasan bagi orang yang tak berpengalaman. Jangan jadi orang yang tak berpengalaman yang enggan untuk mendekat pada sumber hikmat.

Yuk sama-sama rajin membangun hubungan dengan Roh-Nya dan menggali hikmat melalui Firman-Nya! Sediakanlah waktu setiap hari untuk saat teduh dan baca Alkitab!

Tuhan Yesus Memberkati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *